Buka 24 Jam
Beranda » Artikel Terbaru » Makna Patung Dewa Ganesha Bagi Umat Hindu

Makna Patung Dewa Ganesha Bagi Umat Hindu

Diposting pada 21 Desember 2016 oleh admin

Makna Patung Dewa Ganesha Bagi Umat Hindu,

Salam Sejahtera, Om Swastiastu,
Ketika anda melakukan perjalanan ke tempat wisata di Bali, India atau manca negara atau ke sebuah kampung tertentu, kadangkala pernah melihat rumah yang di dalam pekarangannya itu terdapat Patung Dewa Ganesha menghadap keluar dari pintu gerbang dari sebuah rumah. Patung yang ada di rumah itu sudah pasti Patung Dewa Ganesha yang telah melalui serangkaian ritual atau diupacarai secara Hindu oleh orang yang menaruh Patung Dewa Ganesha itu dirumahnya.
Tidak boleh sembarangan bisa menaruh Patung Dewa Ganesha di pekarangan rumah, karena patung ini seperti layaknya sanggah bagi umat Hindu, jika sudah didirikan maka harus di upacarai dan juga diberikan sesajen atau disembah setiap hari layaknya sanggah yang kita punya di rumah. Jika menaruh patung Dewa Ganesha pada pekarangan rumah akan tetapi tidak diupacarai tapi selalu dihaturkan banten setiap hari, maka patung itu bukan lagi sebagai Dewa Ganesha malahan patung itu akan menjadi tempatnya para Butha Kala.
Oleh sebab itu kita harus tahu penempatan Patung Dewa Ganesha itu secara tepat dan benar dan tidak hanya untuk patung pajangan saja atau memang untuk dipuja setiap hari. Dewa Ganesha atau sering juga disebut dengan Ganapati atau Winayaka ini merupakan Dewa yang perwujudannya campuran antara hewan gajah dan manusia. Seperti diketahui bahwa Ganesha ini merupakan Dewa yang memiliki kepala gajah dan bertubuh manusia.
Dewa Ganesha ini merupakan putra dari Dewa Siwa dan Ibunya adalah Dewi Parwati yang merupakan bentuk lain dari Dewi Durga. Dewa Ganesha ini sangat disayang oleh Ibunya, oleh sebab itu Dewa Ganesha ini selalu dimanja oleh Ibunya. Seperti di ketahui oleh umat Hindu kalau Dewa Ganesha itu memiliki tubuh yang gemuk dengan kepala gajah, meskipun demikian sebenarnya ada beberapa filosofi yang bisa dipetik dari bentuk Patung Dewa Ganesha yang gendut itu.

Berikut adalah beberapa filosofi yang ada pada Patung Dewa Ganesha:

Pertama:
Dimulai dari bagian kepala yang terdiri dari beberapa
bagian.
Kepala Patung Dewa Ganesha:
–Kepala besar melambangkan bahwa sebagai manusia dalam melakukan suatu tindakan hal apapun seharusnya lebih banyak menggunakan akal pikir daripada fisik ketika memecahkan masalah hingga mendapat solusi yang bijak.
–Mata yang sipit berarti konsentrasi. Akal Pikiran harus diarahkan ke hal­-hal positif untuk memperbaiki daya nalar dan banyak belajar ilmu pengetahuan.
–Dua telinga besar yang mengajarkan supaya kita mendengarkan orang lain lebih banyak. Kita selalu mendengar, namun jarang sekali kita mendengarkan orang lain dengan baik dan seksama: “Dengarkan ucapan­-ucapan yang membersihkan jiwa dan seraplah pengetahuan dengan telingamu.”
–Satu gading yang patah untuk menggurat Kitab Suci di atas daun tal. Satu gading berarti kesatuan. Simbol ini
menyarankan manusia hendaknya bersatu untuk satu tujuan mulia & suci.
–Memiliki mulut yang kecil dan hampir tidak kelihatan karena tertutup belalainya yang dengan rakus
”menghirup rasa” manisan susu ilmu di tangannya. Mulut yang kecil itu mengajarkan agar kita mengontrol gerak mulut dan lidah. Maksudnya adalah bahwa kita harus mengurangi pembicaraan yang tidak bermanfaat.
–Belalai yang menjulur melambangkan efisiensi dan adaptasi yang tinggi.

Badan Patung Dewa Ganesha yang besar:
-Perut:hal pertama yang kita lihat pasti perutnya, karena perut itu memang buncit. Ganesha memang selalu dimanja oleh ibu Parvati, istri Siva sebagai anak kesayangan. Perut buncit melambangkan keseimbangan dalam menerima baik­buruknya gejolak dunia. Bahwa dunia diliputi oleh sesuatu yang berpasangan, yakni pasangan dua hal yang selalu bertolak belakang. Ada senang, ada pula sedih. Ada siang, ada pula malam. Ada wajah suram kesedihan di balik tawa riang umat manusia. Dan sebaliknya, ada keriangan dan semangat dibalik kesenduan umat manusia. Itulah perjalanan laku kehidupan, dan umat manusia harus menyadarinya.
-Tangan kanan depan bersikap abhaya hasta (memberi berkat) kepada pemuja, umat manusia. Selain itu Beliau juga memberkati dan melindunginya dari segala rintangan dalam usaha pencapaian Tuhan.
-Tangan kanan belakang memegang kapak, dengan kapak itu beliau memotong keterikatan para bhaktanya dari keterikatan duniawi.
-Tangan kiri belakang memegang tali dan dengan tali beliau menarik umat manusia untuk semakin dekat dengan kebenaran, kebajikan, dan cinta kasih serta intelektualitas, kemudian pada akhirnya beliau mengikatnya untuk mencapai tujuan umat tertinggi.
-Tangan kiri depan membawa modaka (manisan) dipegang oleh Dewa Ganesha perlambang pahala dari kebahagiaan yang beliau berikan kepada pemuja-Nya.
-Dan ada seekor tikus yang selalu berada di dekat Patung Dewa Ganesha. Tikus, seperti sifat hewan aslinya, adalah hewan yang penuh nafsu menggigit sebagai hewan pengerat ini memakan apa saja untuk memenuhi hasrat perutnya. Demikianlah tikus dijadikan lambang nafsu dalam figur Patung Dewa Ganesha.
Lalu mengapa tikus itu menjadi tunggangan Dewa Ganesha yang berbadan berat & tinggi ini? Jawabannya sangat sederhana, tikus yang diibaratkan sebagai nafsu atau hasrat harus ditundukkan. Kita harus bisa menjadikan nafsu sebagai kendaraan sehingga kita dapat mengendalikan nafsu.
Namun saat ini justru sebaliknya banyak umat manusia kini menjadi kendaraan dari nafsunya sendiri. Banyak dari mereka yang tidak bisa mengendalikan nafsunya sendiri sehingga mereka terkadang dibuat susah oleh nafsunya sendiri.

Semoga bermanfaat dalam kehidupan ini sedikit penjelasan dari filosofi tentang Patung Dewa Ganesha,
Dapat ditarik kesimpul adalah, ketika seseorang sudah berani melinggihkan Patung Dewa Ganesha di pekarangan rumah dan juga sudah dilakukan ritual khusus atau diupacari, maka sebagai umat sudah pasti harus bisa mengendalikan segala bentuk keterikatan kita dari keduniawian dan selalu berjalan pada jalan yang benar dengan selalu berbuat baik dan pastinya tidak boleh merugikan diri sendiri maupun juga orang lain dan supaya bisa mendapat berkah pahala yang baik dari setiap persembahan yang kita lakukan.
Salam Sejahtera,
Om Santhi, Santhi, Santhi Om.

Bagikan informasi tentang Makna Patung Dewa Ganesha Bagi Umat Hindu kepada teman atau kerabat Anda.

Makna Patung Dewa Ganesha Bagi Umat Hindu | Azimat Sakti

Komentar dinonaktifkan: Makna Patung Dewa Ganesha Bagi Umat Hindu

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan