Buka 24 Jam
Beranda » Artikel Terbaru » Azimat Sakti Gada Wesi Kuning Gunung Gumitir

Azimat Sakti Gada Wesi Kuning Gunung Gumitir

Diposting pada 7 April 2018 oleh admin

Azimat Sakti Gada Wesi Kuning Gunung Gumitir

Gunung Gumitir (dialek Jawa: gumitèr) merupakan sebuah gunung yang terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi, lebih tepatnya antara kecamatan Silo dengan kecamatan Kalibaru, Provinsi Jawa Timur.Gunung ini terkadang juga disebut dengan nama Gunung Mrawan (bukan desa Mrawan).

Sejak zaman dulu, jalan raya di Gunung Gumitirtelah menjadi jalur penghubung terpendek antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Gunung Gumitir dipilih sebagai jalur penghubung, karena memiliki ketinggian paling rendah di antara deretan pegunungan yang lain, dari Gunung Raung (utara) hingga Gunung Kidul (selatan).

Dalam Cerita legenda yang dipercaya turun temurun hingga masa kini masih lekat tentang keampuhan gada wesi kuning.

Awal cerita bermula di istana kerajaan Majapahit dimana Ratu Suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencono Wungu merasa resah akan serangan-serangan Kebo Marcuet. Kebo Marcuet sendiri digambarkan sebagai mahluk manusia berkepala kerbau yang sakti dan tidak terkalahkan. Telah dicoba untuk membunuhnya dengan mengirimkan banyak pasukan, namun Majapahit tidak juga berhasil memusnahkan Kebo Marcuet.

Raden Ayu Kencana Wungu sebagai ratu mengambil tindakan menggelar sayembara bahwa barang siapa http://azimatsakti.com/mustika-kewibawaan-seribu-khodam/ yang mampu membunuh Kebo Marcuet akan mendapatkan hadiah diperbolehkan mempersunting Ratu Ayu dan menjadi Raja Majapahit. Sayembara dengan hadiah menggiurkan ini sampai di telinga Adipati Blambangan Bhre Wirabumi yang bergelar Minak Jinggo dan saat itu juga Minak Jinggo memutuskan untuk mengikuti sayembara tersebut.

Dengan Gadha (pentungan) Wesi Kuning-nya (besi kuning), Minak Jinggo berhasil mengalahkan Kebo Marcuet. Diceritakan pula bahwa siapapun yang dihadapkan pada gadha Wesi Kuning milik Minak Jinggo akan lemas dan ambruk dengan mudahnya. Walaupun begitu, Kebo Marcuet juga ternyata memiliki kesaktian sehingga mampu melukai beberapa bagian tubuh Minak Jinggo sehingga Minak Jinggo yang awalnya tampan rupawan menjadi cacat buruk rupa.

Melihat rupa fisik Minak Jinggo yang telah buruk itu Ratu Suhita atau Kencana Wungu ingkar janji dengan menolak pinangan Minak Jinggo. Tentu saja kondisi ini membuat Minak Jinggo marah dan melakukan penyerangan untuk mendapatkan haknya mempersunting Putri Ayu dan menjadi Raja Majapahit. Untuk menghadapi Pemberontakan Adipati Blambangan, Ratu Ayu kembali menggelar sayembara, barang siapa yang mampu membunuh Bhre Wirabumi atau Minak Jinggo akan diperkenankan mempersuntingnya dan menjadi raja di Majapahit.

Seorang pemuda bernama Dharma Sasongko yang selanjutnya sering disebut sebagi Damar Wulan adalah pemuda tampan yang bertugas mengurusi kuda-kuda Patih Lohgender, http://azimatsakti.com/mustika-kewibawaan-seribu-khodam/ patih Majapahit masa itu. Dua putra Mahapatih tidak menyukai Damar Wulan, Layang Seto dan Layang Gumitir justru cendrung memusuhi dan sering melecehkan Damar Wulan karena iri dengan ketampanan dan ketenarannya. Patih Lohgender juga memiliki seorang putri bernama Anjasmoro yang menyukai Damar Wulan. Patih Lohgender sendiri lebih cendrung membela dua putranya karena Patih juga berharap dua putranya tenar dan menjadi kebanggaan Majapahit.

Layang Seto dan Layang Gumitir semakin membeci Damar Wulan ketika mendengar Damar Wulan diutus Ratu Ayu untuk pergi ke Blambangan dan membunuh Minak Jinggo karena itu berarti Damar Wulan memiliki potensi untuk bisa mempersunting Rata Ayu nantinya dan menjadi raja Majapahit. Damar Wulan akan semakin cemerlang sedangkan mereka berdua harus tunduk kepada pemuda yang selama ini mereka lecehkan. Maka mereka membangun rencana untuk menjegal langkah Minak Jinggo.

Telah terkenal ke seantero negeri tantang kehebatan Gadha Wesi Kuning Minak Jinggo, tahu akan hal itu Damar Wulan mendekati kedua selir Minak Jinggo yang bernama Dewi Wahita dan Dewi Puyengan yang mana keduanya dikisahkan berasal dari keluarga ningrat masing-masing di Bali. Karena ketampanan, keramahan dan sikapnya yang mempesona, http://azimatsakti.com/mustika-kewibawaan-seribu-khodam/ akhirnya Dewi Wahita mau diminta mencuri Gadha Wesi Kuning Minak Jingga dan memberikannya kepada Damar Wulan dengan perjanjian yang sudah disetujui semua pihak bahwa Damar Wulan akan menikahi Dewi Wahita dan Dewi Puyengan setelah mengalahkan Minak Jinggo nantinya.

Sangat bisa ditebak bahwa Damar Wulan jadi tidak terkalahkan dengan Gadha Wesi Kuning di tangannya. Minak Jinggo mati di tangannya, lalu Damar Wulan memenggal kepala Minak Jinggo untuk dibawa ke Majapahit dan dijadikan sebagai bukti kepada Ratu Ayu bahwa dirinya telah berhasil membunuh Minak Jingga.

Di dalam perjalanan, di sebuah gunung, Damar Wulan dihadang Layang Seto dan Layang Gumitir dengan tujuan merebut kepala Minak Jinggo. Maunya kalau Layang Seto dan Layang Gumitir berhasil membunuh Damar Wulan dan merebut kepala Minak Jinggo, keduanya bisa menghadap Ratu Ayu dan mengaku bahwa mereka yang telah membunuh Minak Jinggo dengan bukti kepala Minak Jinggo yang ada di tangan mereka sehingga salah satu dari mereka akan mempersunting Ratu Ayu dan menjadi Raja di Majapahit.

Namun khayalan indah itu tidak pernah menjadi kenyataan, yang ada justru Layang Seto dan Layang Gumitir mati di tangan Damar Wulan di atas gunung itu. Kini gunung tempat mereka bertiga berduel saling membunuh biasa disebut Gunung Gumitir karena Layang Gumitir mati di sana. Gunung Gumitir sendiri merupakan perbatasan antara Banyuwangi dan Jember.

Pada akhirnya Dharma Sasongko atau Damar Wulan menjadi Raja Majapahit, http://azimatsakti.com/mustika-kewibawaan-seribu-khodam/ menikahi Ratu Ayu Suhita atau Ratu Ayu Kencana Wungu, Menikahi Anjasmoro, Menikahi Dewi Wahito dan Dewi Puyengan.

Demikian artikel ini kami persembahkan semoga bermanfaat.

 

Incoming search terms:

  • gambar wesi kuning

Bagikan informasi tentang Azimat Sakti Gada Wesi Kuning Gunung Gumitir kepada teman atau kerabat Anda.

Azimat Sakti Gada Wesi Kuning Gunung Gumitir | Azimat Sakti

Komentar dinonaktifkan: Azimat Sakti Gada Wesi Kuning Gunung Gumitir

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan